Kalimat aktif atau pasif: mana yang sebaiknya dipakai?
Dalam bahasa Indonesia, kalimat pasif jauh lebih lazim daripada dalam bahasa Inggris, jadi aturannya bukan menghindari awalan di-, melainkan memastikan pelaku yang penting tetap disebut. Pakai kalimat aktif atau pasif dengan pelaku, seperti “akan kami kirim”, saat pembaca perlu tahu siapa yang bertindak. Pasif tanpa pelaku baru jadi masalah ketika menyembunyikan siapa yang bertanggung jawab.
Apa bedanya
Dalam kalimat aktif, subjek melakukan tindakan: “Auditor menemukan tiga kesalahan.” Dalam kalimat pasif, subjek dikenai tindakan: “Tiga kesalahan ditemukan oleh auditor”, atau cukup “Tiga kesalahan ditemukan.”
Hampir setiap bahasa punya cara untuk ini, meski tata bahasanya berbeda. Bahasa Indonesia memakai awalan di- dan ter-, dan pasif terasa jauh lebih wajar di sini daripada dalam bahasa Inggris. Bahasa lain memakai kata kerja bantu, bentuk refleksif, atau “mereka” yang tidak jelas. Pertanyaan di baliknya sama di mana-mana: apakah kalimat menyebut siapa yang bertindak, dan apakah pembaca bisa melihatnya dengan jelas?
Mengapa aktif jadi pilihan bawaan
Pembaca mencari dua hal dalam kalimat: siapa, dan melakukan apa. Kalimat aktif menjadikan pelaku sebagai subjek, sehingga pembaca langsung bertemu dengannya. Kalimat pasif dengan di- menggeser pelaku ke belakang (“oleh …”) atau menghapusnya sama sekali, sehingga pembaca harus menebak. Bahasa Indonesia punya jalan tengah yang tidak dimiliki bahasa Inggris: pasif dengan pelaku persona, seperti “Laporan itu akan kami kirim Kamis”, yang menjaga objek tetap di depan tanpa menghilangkan pelakunya.
Keputusan untuk menunda peluncuran diambil setelah kekhawatiran terkait hasil pengujian disampaikan.
Kami menunda peluncuran karena tim QA meragukan hasil pengujian.
Versi kedua hampir sama panjang, tetapi menjawab pertanyaan berikutnya yang akan diajukan pembaca: siapa yang memutuskan, dan siapa yang khawatir. Versi itu juga lebih mudah dibalas.
Kapan pasif adalah pilihan yang tepat
Kalimat pasif bukan kesalahan. Ia alat untuk memindahkan perhatian, dan menjadi pilihan yang jujur dalam empat keadaan:
- Pelakunya tidak diketahui. “Jendela itu dipecahkan semalam.” Anda tidak tahu siapa pelakunya, dan mengarang seseorang justru lebih buruk.
- Pelakunya tidak penting. “Sampel disimpan pada suhu 4 °C.” Pembaca butuh suhunya, bukan nama petugas laboratorium.
- Pelakunya sudah jelas. “Ia terpilih pada 2019.” Yang memilih tentu pemilih; menyebutnya tidak menambah apa-apa.
- Hal yang dikenai tindakan adalah topiknya. Dalam paragraf tentang kontrak, “Kontrak itu ditandatangani hari Jumat” menjaga kontrak tetap di depan, di tempat perhatian pembaca sudah berada.
Tulisan ilmiah dan hukum sering memakai pasif karena alasan-alasan ini, dan pembaca di bidang itu mengharapkannya. Dalam bahasa Indonesia, pasif juga lazim dalam tulisan sehari-hari; karena itu keempat uji di atas lebih penting daripada aturan tentang bentuk mana yang harus dipakai lebih dulu.
Kapan pasif menjadi masalah
Kalimat pasif menjadi masalah ketika menyembunyikan tanggung jawab yang perlu diketahui pembaca. Contoh yang terkenal adalah “Kesalahan telah dilakukan”: ada pengakuan bahwa sesuatu salah, tetapi tidak disebutkan siapa yang melakukannya, dan biasanya justru karena itu kalimat itu ditulis demikian.
Hal yang sama terjadi tanpa sengaja dalam tulisan kerja. “Tagihan akan dikirim minggu depan” terdengar wajar sampai tagihannya tidak datang dan tidak ada yang tahu tugas siapa itu. Jika sebuah kalimat menggambarkan tugas, keputusan, atau kesalahan, pembaca hampir selalu butuh nama. Sering kali cukup mengganti di- dengan pelakunya: “Tagihan akan saya kirim minggu depan.” Konstruksi lain menyembunyikan pelaku dengan cara yang sama: “terjadi kesalahan”, “sudah diputuskan”.
Cara mengubah pasif menjadi aktif
- Temukan pelakunya: tanyakan siapa yang sebenarnya melakukannya. Kadang pelaku muncul sebagai “oleh …”, tetapi sering tidak disebut sama sekali.
- Jadikan pelaku sebagai subjek dan letakkan di depan.
- Ubah kata kerjanya ke bentuk aktif, biasanya dengan awalan me-, lalu periksa apakah maknanya tetap sama.
Permohonan Anda telah ditinjau dan pengembalian dana akan diproses dalam lima hari.
Kami sudah meninjau permohonan Anda dan akan mengembalikan dana Anda dalam lima hari.
Jika Anda tidak menemukan pelaku, atau menyebutnya justru menyesatkan, biarkan tetap pasif. Itu tandanya ujiannya berhasil, bukan gagal.
Pemeriksaan cepat sebelum mengirim
Telusuri draf Anda dan cari kalimat yang dibangun dari kata kerja berawalan di- seperti “dilakukan”, “telah diputuskan”, atau “akan dikirim”. Untuk masing-masing, tanyakan apakah pembaca perlu tahu siapa yang bertindak. Jika ya, tulis ulang. Jika tidak, biarkan saja.
Jika ingin versi kedua sebagai pembanding, pilih kalimatnya di Private Writing Assistant, klik “Tulis ulang”, lalu pilih “Luwes” atau “Profesional”. Anda mendapat susunan kata baru dengan perubahan yang disorot, dalam bahasa yang Anda tulis, dan Anda yang memutuskan mana yang dipakai. Tulisan kami tentang seberapa panjang sebuah kalimat seharusnya membahas alasan umum lain mengapa kalimat sulit dibaca.
Private Writing Assistant memeriksa dan menulis ulang teks dalam 101 bahasa dengan Chrome Built-in AI langsung di komputer Anda. Gratis dan tanpa akun.